Monday, 16 July 2012

Smartphone yang Didesain untuk Tuna Netra



Georgie, Smartphone khusus tuna netra
Smartphone yang didesain khusus untuk tuna netra telah diluncurkan. Georgie. Seperti smartphone pada umumnya, perangkat ini memiliki layar sentuh, tapi dibantu dengan fitur suara dan berbagai aplikasi untuk membantu aktivitas tuna netra.

Dengan demikian, smartphone ini membantu para tuna netra untuk naik bus, membaca teks cetak, dan menunjukkan lokasi dengan tepat.

Ponsel ini dirancang oleh seorang suami-istri tunanetra, Roger dan Margaret Wilson-Hinds dari Peterborough. Pasangan ini menjalankan perusahaan nirlaba, Screenreader. Nama perangkat pun diambil dari nama anjing yang membantu pasangan ini beraktivitas, Georgie.

Georgie didukung oleh sistem operasi Android dan menggunakan handset Samsung yang sudah ada seperti, Samsung Xcover dan Galaxy Ace 2. Fitur sms pun juga dengan mudah bisa digunakan tuna netra. 

"Saya bisa mengirim teks pertama saya lebih awal tahun ini, berkat Georgie," kata Wilson-Hinds seperti dikutip dari BBC.

"Ini pengalaman digital yang kami inginkan. Untuk membuat mudah mereka yang memiliki kesulitan penglihatan atau pun yang tidak," ujarnya. "Hal ini juga akan membantu memecahkan masalah sehari-hari bagi tuna netra, sehingga mereka dapat lebih percaya diri tentang navigasi dunia nyata dan menjadi mandiri."

Menurut Robin Spinks, manajer utama aksesibilitas digital pada Royal National Institute of Blind People, penelitian terus menunjukkan bahwa banyak tuna netra yang berjuang dengan kompleksnya teknologi smartphone yang ada saat ini.

"Georgie harus dipuji, karena memungkinkan pengguna untuk mengakses fitur dari berbagai ponsel pintar modern dengan cara yang mudah digunakan dan mudah diakses," ucap Robin.

Ponsel pintar ini memungkinkan pengguna memanggil nomor dengan layar sentuh yang dibantu suara dan menggunakan input pembicaraan untuk mengirim pesan teks.

Aplikasi lain juga tersedia dalam tiga bundel yang berbeda. Aplikasi itu adalah travel, gaya hidup dan komunikasi. Setiap bundel dikenakan biaya 24,99 poundsterling.

Ponsel ini didistribusikan oleh Sight and Sound Technology, sebuah perusahaan yang menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak untuk tuna netra dan gangguan penglihatan.

Perangkat ini tersedia mulai 299 poundsterling atau setara smartphone Android yang banyak beredar. Sebuah versi yang mampu diunduh juga dapat dibeli dari Google Play dengan harga 149 poundsterling.

Perangkat khusus ini muncul dengan belum diisi data kartu SIM. Pengguna dengan kontrak ponsel yang belum ada dapat memiliki perangkat ini yang dipindahkan ke perangkat baru atau menginstal kartu SIM pay-as-you-go.

Di Inggris, hampir dua juta orang yang hidup dengan kehilangan penglihatan, dengan 360 ribu terdaftar sebagai tuna netra.

iPhone Belum Tentu Bebas dari Virus




Selama ini, hanya Android saja yang seakan-akan terancam oleh serangan virus. Lalu bagaimana dengan smartphone lainnya? iPhone misalnya, yang juga memiliki pengguna ratusan juta pengguna di seluruh dunia.

Menurut Trend Micro, iPhone tidaklah kebal terhadap serangan dedemit maya. Apalagi jika smartphone ini sudah dioprek, alias jailbreak. Jika sudah begitu maka dengan mudahnya aplikasi jahat bisa menyusup.

"Malware yang menyerang iPhone pernah ditemukan 2011 lalu, saat itu korbannya mencapai 21 ribu di Australia. Malware tersebut bernama ransomeware," ujar Aulia Huriadi, Senior Technical Consultant Trend Micro Indonesia.

Ransomeware sendiri merupakan salah satu contoh bukti serangan terhadap iPhone yang sudah di-jailbreak. Program jahat ini mampu 'menyandera' iPhone pengguna dan akan meminta imbalan tertenu agar bisa dibebaskan.

"Waktu itu pelaku minta USD 5 agar korbannya bisa dibebaskan," jelas Aulia.

Jadi, menurut Trend Micro, tak ada sistem pada smartphone yang benar-benar aman. Semua memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun yang paling penting untuk menghindari serangan tersebut adalah sisi edukasi kepada para pengguna.

Mengapa (Mereka Pikir) Jurusan IPA Lebih Baik?



Apakah anda pernah mengalami hal yang serupa?

Sebenarnya sistem pendidikan di Indonesia sudah mengelompokkan program studi di SMA menjadi tiga klasifikasi : Kelas IPA, Kelas IPS dan Kelas Bahasa. Hal ini dilakukan pada awalnya untuk memfasilitasi minat siswa yang berbeda-beda, namun karena penerapan yang TOTOL, hal ini kemudian malah berubah menjadi suatu bentuk baru dari education ‘racism’. Menempatkan siswa IPA sebagai ras unggul dunia akademis that give IPA students a privilege to force IPS and Language students to SHIT themselves.

Berikut adalah alasan yang menempatkan kelas IPA sebagai jurusan primadona bagi para orang tua (dan tentunya anak-anak mereka yang ‘penurut’):

1. (Mereka pikir) Pelajaran IPA itu lebih SULIT

Dan yang lebih sulit, yang lebih bikin BANGGA!

Memasuki kelas 2 SMA semester akhir memang saatnya untuk sport jantung. Bukan apa-apa, masalahnya syarat untuk bisa masuk kelas IPA minimal nilai pelajaran matematika, fisika, kimia, dan biologi (MAFIKIBI) semua harus diatas 6.

Orang tua pun sibuk cari tempat bimbingan belajar untuk anaknya. Kemudian sepulang dari bimbel, masih juga ada guru privat yang sudah menunggu di rumah. Les tambahan dengan guru di sekolah pun tidak lupa diikuti, yah siapa tau aja bisa dapet bocoran soal ulangan.

Ya ampuun, kenapa sih pelajaran IPA sulit semua?!!


Faktanya:

Belajar ilmu pasti sebenarnya tidak sesulit itu (yeah right, TALK TO MY HAND!!), karena seluruh variable-nya teridentifikasi dengan jelas. Objek-objek yang dipelajari kebanyakan benda mati, atau kalaupun tidak, perilakunya mudah diprediksi. Pokoknya pasti-pasti semua deh…

Berbeda dengan pemodelan sosial yang banyak memperhitungkan aspek pola perilaku manusia, dimana variabelnya lebih banyak, lebih rumit, dan tidak dapat diprediksi dengan jelas. Menurut para ahli, justru studi sosial perlu dilakukan dengan analisa yang membutuhkan kemampuan logis yang kuat. Dan tidak ada rumus jempol untuk pelajaran sosial yang dapat dibuat, bahkan oleh seseorang sekelas Einstein sekalipun.


Lagipula setiap orang itu kan dilahirkan dengan bakat yang berbeda-beda. Tidak adil rasanya bila kita mengatakan pelajaran IPA lebih sulit dari pelajaran lainnya. Karena dengan bakat orang yang berbeda-beda, parameter ‘sulit’ pun seharusnya menjadi berbeda-beda. Adalah suatu hal yang wajar apabila seorang matematikawan dapat menguasai deret fourier tanpa kesulitan, sebab bisa jadi parameter sulit menurutnya adalah memainkan Donkey Kong hingga mendapatkan kill screen. Sementara di tempat lain ada lho orang-orang yang bisa melakukannya, menjadi legenda, bahkan di-film-kan!

Dan kalau pun ada orang yang bisa melakukan semua hal tanpa pernah merasa kesulitan, mungkin dia inilah orangnya:


2. (Mereka pikir) Anak IPA itu super PINTAR

Dan yang lebih pintar, yang lebih bikin BANGGA!

Selamat anda kini diterima dikelas IPA! Suka atau tidak, anda lah kini strata tertinggi dalam piramida dunia pendidikan. Pakai lah kacamata, tenteng buku fisika kemana-mana, dan masuk perpustakaan sekali-kali. Orang-orang akan tahu bahwa anda PINTAR. Untuk lebih meyakinkan lagi, bolehlah diskusikan tentang rumus-rumus trigonometri atau reaksi hidrolisis di tempat publik. Maka orang-orang pun akan memandang anda dengan kagum dan berkata lirih: This is the man who is gonna change the world.


Biarkan semua orang tahu, bahwa siswa IPA adalah produk akademis PALING PINTAR sejagad raya. Yang lainnya?? NOTHING!


Faktanya:

Sejak tahun 1983, seorang psikolog dan peneliti Harvard University bernama Howard Garner telah mengatakan bahwa kecerdasan dasar manusia itu dapat terbagi atas beberapa macam, diantaranya:

1. Kecerdasan Visual-Spatial, berhubungan dengan kemampuan mengingat gambar dan visualisasi objek di dalam pikiran.

Contoh karir: peserta kuis tebak gambar

2. Kecerdasan Linguistik, berhubungan dengan kemampuan berbahasa dan mengolah kata.

Contoh karir: playboy, penipu

3. Kecerdasan Logika-Matematika, berhubungan kemampuan berlogika, menghubungkan sebab-akibat, bermain angka-angka. Memiliki korelasi yang erat dengan konsep kecerdasan tradisional atau yang dulu dikenal dengan istilah ‘IQ’.

Contoh karir: Rocket Scientist (ck, boring!)

4. Kecerdasan Fisik-Kinestetik, berhubungan dengan ketangkasan, kontrol tubuh, dan kemampuan meng-handle benda dengan terampil.

Contoh karir: God of gambler

5. Kecerdasan Musikal, berhubungan dengan kemampuan mengenali dan mengolah suara, nada, ritme dan musik baik hanya dengan vokal maupun menggunakan alat.

Contoh karir: personel soneta group

6. Kecerdasan Interpersonal, berhubungan dengan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Contoh karir: politikus, pejabat, koruptor, business-man, mafia

7. Kecerdasan Intrapersonal, berhubungan dengan kemampuan untuk mengenali diri, introspeksi dan pengembangan diri.

Contoh karir: psikolog, motivator, pengangguran (yang punya cukup banyak waktu untuk merenungi nasibnya yang sial)

Dan pada tahun 1999, ia menambahkan satu kecerdasan dasar lagi kedalam daftarnya.

8. Kecerdasan Naturalis, berhubungan dengan alam, merawat dan menjaga ekosistem lingkungan.

Contoh karir: penjaga kebun binatang


Lalu dimana posisi kecerdasan anak IPA yang katanya paling pintar sejagad raya tadi? Kalau diperhatikan, ternyata pelajaran IPA hanya berkisar di urusan utak-atik angka dan perkara reproduksi kodok. Ini berarti hanya kecerdasan logika-matematik dan kecerdasan naturalis yang digunakan. Atau dengan kata lain, anak IPA belajar di kelas hanya dengan menggunakan ¼ (seperempat) potensi kecerdasannya.

Jadi gimana one-quarter-brained man? Masih menganggap yang lain NOTHING? F*CK YEAH!!

3. (Mereka pikir) Masuk IPA adalah rumus pasti untuk SUKSES di masa depan

Dan yang lebih sukses, yang lebih bikin BANGGA!

Berada di kelas IPA, berarti anda kelak akan menjadi Insinyur, ilmuwan atau dokter. Yang mana (mereka & kita pikir) pasti akan mendapatkan pekerjaan tetap yang mapan, menghasilkan banyak uang, punya rumah mewah, mobil bagus, istri cantik dan mati masuk surga. Lupakan cita-cita masa kecil ingin jadi pelukis, designer pakaian atau guru bahasa inggris. Karena anda tinggal di Indonesia, dimana semua itu (mereka & kita pikir) tidak ada masa depannya.

Kini tujuan anda adalah jurusan-jurusan unggulan di bangku universitas. Pilih salah satu jurusan dari Science, Technology, Engineering, atau Mathematic (STEM), maka anda (kalau beruntung) akan sukses dikemudian hari.

Well done, you’re now already in the right path!


Faktanya:

Memang harus diakui, STEM subjects begitu digemari bukan tanpa alasan. Sumber penghasilan 6 dari 10 orang terkaya versi Forbes berasal dari bidang ini, kecuali Warren Buffet (Berkshire Hathaway), Bernard Arnault (Luis Vitton), Amancio Ortega (Zara), dan Crishty Walton (Walmart).

WAIT A MINUTE!!!!

Are we telling you that the rest of four are not STEM-oriented person and still they get so FREAKIN’ RICH??? Actually, yes we are.

Dan lagi, coba pikir dengan jernih, apa mungkin 10 orang terkaya tadi dapat sedemikian SUKSES tanpa kemampuan bisnis dan interpersonal skill yang luar biasa (which are very very IPS)?? Non-sense!

Tapi mungkin kemudian kalian berpikir:

“Hey.. hey.. Tuan penulis tunggu dulu! Kami ini orang ASIA, kami tidak seambisius itu, kami cuma sekedar ingin hidup normal, menikmati gaji besar dengan anak dan istri-istri kami kelak… “

Ok, then check this out! Dalam sebuah survey yang mengelompokkan 171 bidang studi dalam 15 kategori di Amerika sana, para responden diminta menyebutkan gelar s1-nya dan menyebutkan penghasilannya. Ternyata dari 15 kategori tadi, penghasilan orang Asia  mendominasi di 3 kategori yaitu: Hukum dan kebijakan publik, psikologi dan pekerjaan sosial, serta biologi dan ilmu hayati. Well, hanya ilmu tentang reproduksi kodok that works with Asian. Lalu sekarang coba tebak, responden Asia sebagian besar berasal dari lulusan mana? Yes indeed, COMPUTER SCIENCE AND MATHEMATICS. FREAK!!


Dan kalaupun memang you can earn a lot of freakin’ money from this sh*t, lantas BISAKAH harta yang melimpah itu menjamin kebahagiaan hidup seseorang?






4. (Mereka pikir) Tidak perlu bersusah payah menciptakan lapangan kerja karena banyak lapangan kerja untuk anak IPA

Dan yang ‘kerja’, yang lebih bikin BANGGA!

Selamat, kini ijazah kuliah sudah ditangan. Kalau orang gedongan bilang: sudah memiliki daya saing di dunia kerja. Ahaayy! Thanks to kelas IPA dulu semasa SMA. Nah, sekarang saatnya mulai cari kerja. Voila!!


Faktanya:

Eh.. eh.. tapi kok ternyata susah sih cari kerja? Eh.. eh.. tapi kok ternyata gak enak ya jadi bawahan? Eh.. eh.. tapi kok hidupnya jadi tergantung sama gaji bulanan gini sih? Eh.. eh.. tapi kok kena PHK sih? Dan masih banyak “tapi” yang lainnya lagi. Yah, resiko Bung! Namanya juga jadi kacungnya orang lain, siap-siap aja banyak gigit jari.


Tapi mau gimana lagi, bahkan ternyata pendidikan Indonesia memang sama sekali tidak berharap agar penduduknya mandiri lewat pendidikan. Coba saja tengok Poin terakhir misi pendidikan Indonesia yang penulis kutip di bawah ini :

“Menjamin kepastian memperoleh layanan pendidikan. Adanya jaminan bagi lulusan sekolah untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya atau mendapatkan lapangan kerja sesuai kompetensi.”

Dan akibatnya, kurikulum pendidikan Indonesia pun mau tidak mau harus rela dikangkangi oleh para kapitalis, didikte dengan dalih tuntutan dunia kerja (poin #6 acuan penyusunan kurikulum pendidikan Indonesia).

Jadi kawan, demi suksesnya pendidikan nasional, masuk lah kelas IPA! J

Maka tidak perlu heran jika jumlah entrepreneurship di Indonesia hanya berkisar di angka 0.18%. Sungguh angka yang sangat kecil bila dibandingkan dengan Negara-negara tetangga kita di Asia Tenggara, apalagi Amerika Serikat (11.5%). Padahal, menurut sosiolog David McClelland: ”Suatu negara bisa menjadi makmur bila ada entrepreneur (pengusaha) sedikitnya 2% dari jumlah penduduknya”

Sekarang seandainya saja minimum requirement yang 2% ini terpenuhi, berarti seharusnya akan ada tambahan pengusaha di Indonesia sebanyak (2% – 0.18%) x 238 jt jiwa = 4.3316 juta jiwa. Dan apabila 1 orang pengusaha paling tidak punya 1 orang pekerja, maka jumlah orang yang tidak menganggur meningkat hingga menjadi 4.3316 x 2 = 8.6632 juta jiwa. Coba saja bandingkan dengan tingkat pengangguran di Indonesia yang di awal 2011 lalu mencapai 9.25 juta jiwa

Maka selamat, dengan ini anda telah berhasil mengurangi 93.65% tingkat pengangguran di Indonesia. Wow!! Anda layak dapat nobel!

Gimana, berminat jadi pengusaha? Kalau anda memang berminat, ada satu pertanyaan mendasar untuk anda jawab: apakah pernah diajarkan caranya berwirausaha di kelas IPA?


Mohon dipahami, tulisan ini bukannya tulisan anti IPA, karena kenyataannya penulis pun dulu memilih masuk di kelas IPA. The thing that I’m trying to say is no matter what your class is, KICK RACISM OUT OF EDUCATION! Setiap manusia berhak untuk menentukan jalan hidupnya, sesuai dengan passion dan cita-cita yang ingin diraihnya. Boleh pilih jurusan manapun, entah IPA, IPS atau Bahasa. Namun yang penting jangan pernah memilih hanya agar hidup ‘aman’. To hell with mainstream we create our own opportunity!

Thank God, our distorted education still teach us how to read, so you can waste your time and read this junk. Enjoy!!


Darling, Ponsel Berdesain Telepon Jadul



Telepon seluler Darling.

Ingin nostalgia dengan telepon bergaya retro tahun 1970-an? Anda tak perlu repot mencarinya di toko barang antik.

Perkenalkan, Darling. Ini merupakan ponsel dengan desain telepon jadul ala 1970-an. Telepon Darling ini pun muncul sebagai salah satu hal yang menarik minat pengunjung Indonesia Cellular Show 2012 di Jakarta.

"Ini untuk nostalgia seperti zaman '70-an. Telepon ini bisa dibawa kemana-mana," ujar Alice, Marketing Darling Mobile, di booth Darling, Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta.

Desain ponsel unik ini terdiri dari charger yang berisi tombol angka dan gagang telepon untuk berkomunikasi. Chargerberdimensi 182 x 131 x 62 mm, sedangkan gagang telepon berukuran 161 x 65 x 59 mm.

Bagian ujung gagang selain bisa untuk menghasilkan suara juga berfungsi sebagai layar untuk SMS, MMS, bahkan bisa untuk akses internet GPRS/WAP. Di sini juga terdapat microSD card reader. Untuk pesan pendek mampu menampung sampai 600 karakter.

Sedangkan, bagian sisi kiri gagang bawah terdapat slot GSM. Untuk kebutuhan charging, tinggal plug in dengan sambungan listrik. Antara charger dengan gagang telepon dihubungkan dengan USB model spiral khas telepon antik.

Untuk pengisian daya, ponsel buatan Cina dengan desain Prancis ini butuh waktu tiga jam dengan ketahanan baterai sampai 3 hari.

Selain ponsel, Darling Mobile juga memproduksi Hanset yang dapat difungsikan sebagai headphone untuk beberapa perangkat terkini. Namun, untuk even kali ini tidak melayani penjualan. "Setelah pameran ini, barang kami kembalikan ke Cina," ujar Alice.

Eerie 'Bones House' Rumah Tengkorak di Austria



Ini adalah 'Bones House' yang menakutkan, atau 'Beinhaus' yang diperkirakan rumah bagi 1.200 tengkorak.

Banyak telah dilukis dengan mahkota bunga simbolik dan nama almarhum sebelum ditempatkan di gedung seram di Hallstatt, Austria.

Gedung tulang yang dibangun pada abad ke-12 karena kuburan desa tepi danau itu terlalu kecil untuk menampung semua orang mati dari daerah sekitarnya.


• Deretan tengkorak dengan bunga dan nama dilukis di rak-rak di bawah lilin dan salib


• Tradisi melukis tengkorak dengan mahkota bunga, seperti yang mungkin Anda menempatkan bunga di kuburan, dimulai pada 1720AD

Kremasi dilarang pada saat itu, sehingga tubuh akan dikubur selama 10-15 tahun, dan kemudian tengkorak digali.

Mereka kemudian akan ditinggalkan di bawah sinar matahari dan sinar bulan sampai mereka diputihkan gading putih dan kemudian ditumpuk dalam baris dalam kuburan itu.

Tengkorak terakhir yang masuk ke Beinhaus dikebumikan di 1995. Itu milik seorang wanita yang meninggal pada tahun 1983 dan keinginannya mati adalah untuk memiliki tengkoraknya ditempatkan di bagian kubah.

Para Beinhaus berdiri di halaman dari abad ke-15 oleh Katolik Romantchurch dan memiliki lukisan dinding Gothic dan tiga altar bersayap.

• Kremasi dilarang ketika Beinhaus terbentuk pada abad ke-12, sehingga bangunan itu diperlukan untuk mengandung overflow dari kuburan desa

 
• The Beinhaus berdiri di halaman dari abad ke-15 Katolik Romantchurch dan lukisan dinding fitur dan tiga altar bersayap


• Tengkorak yang digali dari makam orang yang telah terkubur selama 10-15 tahun


• Gedung Tulang terletak di sebuah desa di tepi danau indah pada tonjolan batu


Bisa dibilang yang terbaik satu tanggal dari 1510 dan menunjukkan orang-orang kudus Barbara dan Katharina, dengan Maria di tengah.

Di atas rak-rak tulang adalah salib kayu dan lilin. Tradisi melukis tengkorak dengan

dimulai pada 1720 - dan 610 dari mereka telah dihiasi dengan cara ini.

The Hallstatt indah Pemakaman terletak dekat dengan Beinhaus di halaman berbatu gereja, yang tanggal kembali ke 1181 dan dibangun tinggi di atas batu.

• hiasan simbolik sering dicat dengan indah dan diakhiri dengan kaligrafi


• tengkorak digali dibersihkan dan terkena sinar matahari dan sinar bulan selama berminggu-minggu sampai menjadi putih seperti gading putih

 
• Tengkorak terakhir yang ditempatkan di Gedung Tulang ada di sana pada tahun 1995, atas permintaan pemiliknya, yang meninggal pada tahun 1983


• The soket tanpa mata terlihat hampir seolah-olah mereka menatap pengunjung saraf


Berdasarkan aturan pemakaman tidak ada kuburan keluarga, dan plot dapat kembali ditempati setelah sepuluh tahun.

Orang mati dikubur horizontal dengan ambang kuburan yang mencakup hanya sebagian kecil dari terkubur.



• Ada kuburan keluarga ada di pemakaman dekat rumah, dan plot dapat digunakan kembali setelah sepuluh tahun


• paroki gereja Katolik indah adalah populer dengan banyak hidup di Salzburg

Pages

 
Free Web Hosting | Top Web Host